Contoh Teks Pidato untuk Acara Isra' Mi'raj

by - Desember 15, 2021

السلام عليكم ورحمة الله وبر كته

بسم الله الرحمن الرحيم,الحمدلله رب العلمين,وبه نستعين على امورالدنيا والدين,والصلاةوالسلام على اشرف الانبياءوالمرسلين,سيدناومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين ,امابعد

            Kepada yang terhormat bapak/ibu guru yang kami hormati

            Kepada yang terhormat Dewan juri yang kami hormati

            Serta teman-temanku yang berbahagia

            Yang pertama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT.karna berkat rahmat dan  hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul di majlis ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

            Yang kedua mari kita tingkatkan shalawat serta salam kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad saw.karna berkat bimbingannya sehingga kita berjalan dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni addinul islam,pada pagi  hari ini saya membawakan pidato dengan tema:

“Isra’ Mi’raj”

Hadirin yang berbahagia!

            Pada bulan rajab, tepatnya pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian Nabi Muhammad, nabi Muhammad mengalami 2 kejadian, yakni Isra’ dan Mi’raj yang didampingi oleh Malikat Jibril. Yang pertama adalah Isra’ yakni diberangkatkannya Nabi Muhammad saw., dari masjidil haram di Mekkah menuju ke masjidil aqsa di Palestina. Allah berfirman dalam Al Qur’an surah AL isra’ ayat  1 yang berbunyi :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1)

 

Artinya:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

            Sebelum Nabi Muhammad di Isra’kan Malaikat Jibril membersihkan dada Nabi Muhammad dengan membasuhnya dengan air zamzam dan emas yang dipenuhi hikmah dan keimanan. Nabi Muhammad diIsra’ Mi’rajkan dengan mengendarai Burok, pada saat nabi diisra’kan nabi Muhammad bersinggah ditempat yang mempunyai keberkahan yakni di Thaibah(Madinah), di Thursina(Tempat dimana Allah SWT., berbicara dengan nabi Musa as.,), di Bethlehem(tempat kelahiran nabi Isa as.,)

            Yang kedua adalah Mi’raj, yakni dinaikkan-Nya nabi Muhammad saw., dari masjidil aqsa menuju ke Sidratul Muntaha. Saat nabi Muhammad dimi’rajkan nabi Muhammad melewati tujuh langit, pada setiap langit nabi Muhammad bertemu para nabi terdahulu, dan mendapatkan salam darinya.

 

·         Di langit pertama Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam as.

·         Di langit kedua Nabi mUhammad bertemu dengan Nabi Isa as.

·         Di langit ketiga Nabi Muhammad bertemu dengan nabi Yusuf as.

·         Di langit keempat Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Idris as.

·         Di langit kelima Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun as.

·         Di langit keenam Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa as.

·         Di langit ketujuh Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim as.

 

Setelah Nabi Muhammad saw., melewati ketujuh lapisan langit, nabi Muhammad  dinaikkan lagi oleh Jibril, hingga terdengar keputusan Allah agar Nabi Muhammad menghadap langsung kepada Allah, setelah itu malaikat Jibril berhenti menemani Nabi Muhammad.

Saat Nabi Muhammad saw., menghadap langsung kepada Allah SWT., Allah SWT memberi perintah shalat 50 waktu, setelah itu Nabi Muhammad turun, hingga bertemu nabi Musa, nabi Musa bertanya kepada Nab Muhammad “Apa Yang diberikan TuhanMu” Rasulullah menjawab “Dia memberiku perintah shalat 50 waktu” Nabi Musa menjawab “Umatmu tidak akan sanggup melaksanakan shalat sebanyak 50 waktu, kemblilah dan minta keringanan kepada Tuhanmu” Nabi Muhammad pun kembali untuk meminta keringanan, dan akhirnya Allah SWT., memberi pengurangan 10 waktu, setelah itu Nabi Muhammad turun dan akhirnya bertemu Nabi Musa, dan terjadilah percakapan yang sama, dan Nabi Muhammad pun meminta keringanan kepada Allah SWT., Allah SWT., memberi pengurangan 10 waktu. Nabi Muhammad pun turun dan bertemu Nabi Musa, dan terjadi kejadian yang sama, sampai Nabi Muhammad meminta keringnan sehingga menjadi 5 waktu.

Hadirin yang berbahagia!

        Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaika dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin aamiin aamiin ya rabbal 'alamiin. apabila terdapat salah kata maupun sikap, saya mohon maaf setulus-tulusnya

السلام عليكم ورحمة الله وبر كته

You May Also Like

0 comments