Pengujian Kandungan Zat Gizi Suatu Bahan Makanan
PENGUJIAN KANDUNGAN ZAT GIZI SUATU BAHAN MAKANAN
OLEH :
ZUHAIROH AL MAHFUDHOH (35)
KELAS :
XI MIPA 3
A.
Tujuan
Penelitian
Mengetahui
kandungan zat gizi suatu bahan makanan
B.
Dasar Teori
Makanan adalah bahan,
biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk
memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa
makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas
sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu
pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan yang bergizi akan membantu
pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap makanan mempunyai kandungan
gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu
contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang
kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat merupakan sumber tenaga
yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung
karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan
kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai
cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh
kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat
berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.
C.
Alat dan Bahan
1)
Tabung reaksi
dan raknya
2)
Nasi
3)
Ubi
4)
Pisang
5)
Putih telur
6)
Margarin
7)
Mortar dan
8)
pestle
9)
Spatula
10) Pembakar Bunsen
11) Penjepit tabung reaksi
12) Kertas buram
13) Korek api
14) Jus jeruk
15) Jus cabe hijau
16) Jus tomat
17) Betadine
18) Larutan yodium
19) Larutan benedict
20) Larutan biuret
21) Betadine
D.
Langkah-langkah
I.
Uji Kandungan
Karbohidrat (Amilum)
1.
Geruslah secara
terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan
pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda
nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml
2.
Masukkan pula
margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.
3.
Tetesilah
kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan yodium. Catat perubahan
warna yang terjadi.
II.
Uji Kandunga
Karbohidrat (Glukosa)
1.
Geruslah secara
terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan
pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda
nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml
2.
Masukkan pula
margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.
3.
Tetesilah
kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan Benedict, kemudian
panaskan di atas pembakar Bunsen selama beberapa menit. Gunakan penjepit tabung
rekasi. Catat perubahan warna yang terjadi.
III.
Uji Kandungan
Protein
1.
Geruslah secara
terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan
pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda
nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml
2.
Masukkan pula
margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.
3.
Tetesilah
kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan Biuret. Catat perubahan
warna yang terjadi.
IV.
Uji Kandungan
Lemak
1.
Oleskan sedikit
margarin atau minyak goreng ke atas kertas buram.
2.
Angkat kertas
buram ke arah cahaya dan lihatlah bekas olesan tersebut. Apakah bekas olesan
tersebut menjadi transparan? Apakah diperoleh hasil yang sama jika Anda
mengoleskan sedikit sirup ke atas kertas buram?
V.
Uji Kandungan
Vitamin
1.
Bagi menjadi 2
buah masing-masing jus tomat, jeruk, dan cabe hijau
2.
Tetesi dengan
betadine salah satu wadah dari masing-masing jus tomat, cabe hijau, dn jeruk
hingga menjadi bening. Catat perubahannya.
E.
Hasil
1) Uji Kandungan Amilum
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi lugol |
Sesudah ditetesi lugol |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Ungu tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Biru tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Ungu tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Putih kekuningan |
Tidak mengandung karbohidrat (amilum) |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Merah bata |
Tidak mengandung karbohidrat (amilum) |
2) Uji Kandungan glukosa
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi Benedict |
Sesudah ditetesi Benedict |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Biru tua |
Tidak mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Orange |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Merah bata |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Merah bata |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Kuning kehijauan |
Tidak mengandung karbohidrat (glukosa) |
3) Uji Kandunga Protein
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi Biuret |
Sesudah ditetesi Biuret |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Ungu muda |
Mengandung protein |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Kuning kecoklatan |
Tidak mengandung protein |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Coklat muda |
Tidak mengandung protein |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Ungu muda |
Mengandung protein |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Biru muda |
Mengandung protein |
4) Uji Kandungan lemak
|
No |
Bahan Makanan |
Tigkat Transparan |
|
|
1 |
Margarin |
1 |
|
|
2 |
Nasi |
2 |
|
|
3 |
Putih telur |
6 |
|
|
4 |
Pisang |
3 |
5) Uji Kandungan vitamin C
|
No |
Bahan |
Jumlah
Tetesan |
Keterangan |
|
1 |
Jus jeruk |
2 |
Mengandung vitamin C |
|
2 |
Jus jambu biji |
1 |
Mengandung banyak vitamin C |
|
3 |
Jus tomat |
36 |
Mengandung sedikit vitamin C |
F.
Pembahasan
Pada kegiatan praktikum ini kita
menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan, antara
lain :
Lugol digunakan untuk menguji apakah
suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita
tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin
hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret adalah reagen yang digunakan
untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka
setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung.
Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar
reaksi sebagau berikut :
kompleks
koordinasi antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan
alkalis, akan membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan
untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut
menghasilkan warna merah bata. Hal itu terjadi Ketika reagen benedict
dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron
untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima
elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.
Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu mengalami reduksi, glukosa memberikan salah
satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada
benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna
merah bata.
Kertas buram adalah bahan penguji
pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat
cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di
tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di panaskan di atas pembakar
sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka
bahan makanan tersebut mengandung lemak.
Vitamin C merupakan asam askorbat,
senyawa kimia yang larut dalam air.Dalam pengujian ini menggunakan betadine
sebagai indikator keberadaan vitamin C. Pada kemasan betadine tertera bahwa betadine
mengandung povidone iodine 10% yang setara dengan iodine 1%. Iodine ini lah
yang sebenarnya menjadi indikator, karena reaksi antara asam askorbat dalam vitamin
C dan iodin akan menghilangkan warna dari iodine.
G.
Pertanyaan
1. Perubahan warna apakah yang terjadi pada percobaan di atas dan apa
artinya?
2. Bahan apa sajakah yang mengandung amilum? Dan apa buktinya?
3. Bahan apa saja yang mengandung glukosa? Dan apa buktinya?
4. Bahan apa yang mengandung protein? Dan apa buktinya?
5. Apa kesimpulan anda atas percobaan ini?
6. Buatlah laporan atas percoaan ini dan serahkan kepada guru untuk
dievaluasi!
H.
Jawaban
1. Perubahan akhir warna yang terjadi pada pengujian :
Ø Ungu tua/biru tua : Terbukti
mengandung amilum ketika ditetesi oleh larutan lugol
Ø Merah bata/Orange :
Terbukti mengandung glukosa ketika ditetesi lalu dipanaskan oleh larutan Benedict.
Ø Biru/Ungu muda :
Terbukti mengandung protein ketika ditetesi dengan larutan Biuret
Ø Bening :
Terbukti mengandung vitamin C setelah ditetesi beberapa tetes betadine.
2. Bahan yang mengandung amilum antara lain : ubi, nasi, pisang. Hal
ini dibuktikan dengan pengujian masing-masing larutan ubi, pisang, dan nasi
yang ditetesi dengan larutan yodium. Pada saat pengujian itu masing-masing
warna dari larutan ubi, pisang, dan nasi berubah warna menjadi ungu tua atau
biru tua.
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi lugol |
Sesudah ditetesi lugol |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Ungu tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Biru tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Ungu tua |
Mengandung karbohidrat (amilum) |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Putih kekuningan |
Tidak mengandung karbohidrat (amilum) |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Merah bata |
Tidak mengandung karbohidrat (amilum) |
3. Bahan yang mengandung glukosa antara lain : ubi, putih telur, dan
pisang. Hal ini dibuktikan melalui pengujian masing-masing larutan dengan
ditetesi larutan Benedict, kemudian dipanaskan, sehingga membuat masing-masing
larutan tersebut berubah warnanya menjadi merah bata atau orange.
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi Benedict |
Sesudah ditetesi Benedict |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Biru tua |
Tidak mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Orange |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Merah bata |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Merah bata |
Mengandung karbohidrat (glukosa) |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Kuning kehijauan |
Tidak mengandung karbohidrat (glukosa) |
4. Bahan yang mengandung protein antara lain adalah nasi, putih telur,
dan minyak goreng. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengujian masing-masing
larutan nasi, putih telur, dan minyak goreng yang ditetesi dengan larutan
Biuret , warnanya berubah menjadi biru dan ungu muda
|
No |
Bahan Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum ditetesi Biuret |
Sesudah ditetesi Biuret |
|||
|
1 |
Nasi |
Putih |
Ungu muda |
Mengandung protein |
|
2 |
Ubi |
Kuning |
Kuning kecoklatan |
Tidak mengandung protein |
|
3 |
Pisang |
Kuning pucat |
Coklat muda |
Tidak mengandung protein |
|
4 |
Putih telur matang |
Putih |
Ungu muda |
Mengandung protein |
|
5 |
Minyak goreng |
Kuning jernih |
Biru muda |
Mengandung protein |
5. Kesimpulan : Setiap
makanan mempunyai kandungannya sendiri, tidak semua makanan bisa langsung
mengandung semua kandungan zat gizi yang
kita butuhkan. Dalam pengujian ini kita dapat mengetahui bahwa psang,
nasi, dan ubi mengandung karbohidrat (amilum), ubi, putih telur matang, dan
minyak goreng mengandung kabohidrat (glukosa), nasi, putih telur, dan minyak
goreng mengandung protein, minyak goreng mengandung lemak yang tinggi,
dibandingkan dengan jeruk, jambu biji lebih mempunyai vitamin C yang lebih
tinggi
I.
Kesimpulan
Reagen lugol digunakan
untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung amilum, Reagen biuret digunakan
untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung protein. Reagen benedict
digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan mengandung glukosasedangkan kertas
buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung lemak.
Bahan makanan yang
apabila ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman berarti
bahwa makanan tersebut mengandung amlum. Bahan makanan yang ditetesi dengan
reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan
tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan reagen benedict dsn
memanaskannya diatas pembakar spritus dan warna menjadi merah bata, maka bahan
makanan tersebut mengandung glikosa. Sebahan
makanan yang dioleskan pada kertas buram dan memanaskannya pada pembakar
spritus, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut
mengandung lemak.
Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari dua nutrisi. Seperti santan kelapa terdapat glokusa, protein dan lemak.
J. Lampiran

0 comments