Pengujian Kandungan Zat Gizi Suatu Bahan Makanan

by - September 25, 2021

 




PENGUJIAN KANDUNGAN ZAT GIZI SUATU BAHAN MAKANAN

OLEH :

ZUHAIROH AL MAHFUDHOH (35)

KELAS :

XI MIPA 3

 

A.     Tujuan Penelitian

Mengetahui kandungan zat gizi suatu bahan makanan

 

B.     Dasar Teori

      Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.

      Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.

 

C.     Alat dan Bahan


1)      Tabung reaksi dan raknya

2)      Nasi

3)      Ubi

4)      Pisang

5)      Putih telur

6)      Margarin

7)      Mortar dan

8)      pestle

9)      Spatula

10)  Pembakar Bunsen

11)  Penjepit tabung reaksi

12)  Kertas buram

13)  Korek api

14)  Jus jeruk

15)  Jus cabe hijau

16)  Jus tomat

17)  Betadine

18)  Larutan yodium

19)  Larutan benedict

20)  Larutan biuret

21)  Betadine


D.     Langkah-langkah

                    I.            Uji Kandungan Karbohidrat (Amilum)

1.      Geruslah secara terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml

2.      Masukkan pula margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.

3.      Tetesilah kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan yodium. Catat perubahan warna yang terjadi.

                 II.            Uji Kandunga Karbohidrat (Glukosa)

1.      Geruslah secara terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml

2.      Masukkan pula margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.

3.      Tetesilah kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan Benedict, kemudian panaskan di atas pembakar Bunsen selama beberapa menit. Gunakan penjepit tabung rekasi. Catat perubahan warna yang terjadi.

               III.            Uji Kandungan Protein

1.      Geruslah secara terpisah nasi, ubi, pisang, dan putih telur dengan menggunakan mortar dan pestle. Kemudian, masukkan ke dalam empat tabung reaksi yang telah diberi tanda nama bahan makanan yang diuji sebanyak lebih kurang 5 ml

2.      Masukkan pula margarin atau minyak goreng sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi kelima.

3.      Tetesilah kelima tabung reaksi tersebut dengan lima tetes larutan Biuret. Catat perubahan warna yang terjadi.

              IV.            Uji Kandungan Lemak

1.      Oleskan sedikit margarin atau minyak goreng ke atas kertas buram.

2.      Angkat kertas buram ke arah cahaya dan lihatlah bekas olesan tersebut. Apakah bekas olesan tersebut menjadi transparan? Apakah diperoleh hasil yang sama jika Anda mengoleskan sedikit sirup ke atas kertas buram?

                 V.            Uji Kandungan Vitamin

1.      Bagi menjadi 2 buah masing-masing jus tomat, jeruk, dan cabe hijau

2.      Tetesi dengan betadine salah satu wadah dari masing-masing jus tomat, cabe hijau, dn jeruk hingga menjadi bening. Catat perubahannya.

 

E.      Hasil

1)      Uji Kandungan Amilum

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi lugol

Sesudah ditetesi lugol

1

Nasi

Putih

Ungu tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

2

Ubi

Kuning

Biru tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

3

Pisang

Kuning pucat

Ungu tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

4

Putih telur matang

Putih

Putih kekuningan

Tidak mengandung karbohidrat (amilum)

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Merah bata

Tidak mengandung karbohidrat (amilum)

 

2)      Uji Kandungan glukosa

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi Benedict

Sesudah ditetesi Benedict

1

Nasi

Putih

Biru tua

Tidak mengandung karbohidrat (glukosa)

2

Ubi

Kuning

Orange

Mengandung karbohidrat (glukosa)

3

Pisang

Kuning pucat

Merah bata

Mengandung karbohidrat (glukosa)

4

Putih telur matang

Putih

Merah bata

Mengandung karbohidrat (glukosa)

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Kuning kehijauan

Tidak mengandung karbohidrat (glukosa)

 

3)      Uji Kandunga Protein

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi Biuret

Sesudah ditetesi Biuret

1

Nasi

Putih

Ungu muda

Mengandung protein

2

Ubi

Kuning

Kuning kecoklatan

Tidak mengandung protein

3

Pisang

Kuning pucat

Coklat muda

Tidak mengandung protein

4

Putih telur matang

Putih

Ungu muda

Mengandung protein

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Biru muda

Mengandung protein

 

4)      Uji Kandungan lemak

No

Bahan Makanan

Tigkat Transparan

1

Margarin

1

2

Nasi

2

3

Putih telur

6

4

Pisang

3

 

5)      Uji Kandungan vitamin C

 

No

Bahan

Jumlah Tetesan

Keterangan

1

Jus jeruk

2

Mengandung vitamin C

2

Jus jambu biji

1

Mengandung banyak vitamin C

3

Jus tomat

36

Mengandung sedikit vitamin C

 

F.      Pembahasan

            Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan, antara lain :

            Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.

            Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut :

kompleks koordinasi antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.

          Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu terjadi Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu  mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna merah bata.

          Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

            Vitamin C merupakan asam askorbat, senyawa kimia yang larut dalam air.Dalam pengujian ini menggunakan betadine sebagai indikator keberadaan vitamin C. Pada kemasan betadine tertera bahwa betadine mengandung povidone iodine 10% yang setara dengan iodine 1%. Iodine ini lah yang sebenarnya menjadi indikator, karena reaksi antara asam askorbat dalam vitamin C dan iodin akan menghilangkan warna dari iodine.

 

G.     Pertanyaan

1.      Perubahan warna apakah yang terjadi pada percobaan di atas dan apa artinya?

2.      Bahan apa sajakah yang mengandung amilum? Dan apa buktinya?

3.      Bahan apa saja yang mengandung glukosa? Dan apa buktinya?

4.      Bahan apa yang mengandung protein? Dan apa buktinya?

5.      Apa kesimpulan anda atas percobaan ini?

6.      Buatlah laporan atas percoaan ini dan serahkan kepada guru untuk dievaluasi!

 

H.     Jawaban

1.      Perubahan akhir warna yang terjadi pada pengujian :

Ø  Ungu tua/biru tua        : Terbukti mengandung amilum ketika ditetesi oleh larutan                              lugol

Ø  Merah bata/Orange      : Terbukti mengandung glukosa ketika ditetesi lalu                                            dipanaskan oleh larutan Benedict.

Ø  Biru/Ungu muda          : Terbukti mengandung protein ketika ditetesi dengan larutan                           Biuret

Ø  Bening                         : Terbukti mengandung vitamin C setelah ditetesi beberapa                               tetes betadine.

2.      Bahan yang mengandung amilum antara lain : ubi, nasi, pisang. Hal ini dibuktikan dengan pengujian masing-masing larutan ubi, pisang, dan nasi yang ditetesi dengan larutan yodium. Pada saat pengujian itu masing-masing warna dari larutan ubi, pisang, dan nasi berubah warna menjadi ungu tua atau biru tua.

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi lugol

Sesudah ditetesi lugol

1

Nasi

Putih

Ungu tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

2

Ubi

Kuning

Biru tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

3

Pisang

Kuning pucat

Ungu tua

Mengandung karbohidrat (amilum)

4

Putih telur matang

Putih

Putih kekuningan

Tidak mengandung karbohidrat (amilum)

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Merah bata

Tidak mengandung karbohidrat (amilum)

 

3.      Bahan yang mengandung glukosa antara lain : ubi, putih telur, dan pisang. Hal ini dibuktikan melalui pengujian masing-masing larutan dengan ditetesi larutan Benedict, kemudian dipanaskan, sehingga membuat masing-masing larutan tersebut berubah warnanya menjadi merah bata atau orange.

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi Benedict

Sesudah ditetesi Benedict

1

Nasi

Putih

Biru tua

Tidak mengandung karbohidrat (glukosa)

2

Ubi

Kuning

Orange

Mengandung karbohidrat (glukosa)

3

Pisang

Kuning pucat

Merah bata

Mengandung karbohidrat (glukosa)

4

Putih telur matang

Putih

Merah bata

Mengandung karbohidrat (glukosa)

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Kuning kehijauan

Tidak mengandung karbohidrat (glukosa)

4.      Bahan yang mengandung protein antara lain adalah nasi, putih telur, dan minyak goreng. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengujian masing-masing larutan nasi, putih telur, dan minyak goreng yang ditetesi dengan larutan Biuret , warnanya berubah menjadi biru dan ungu muda

No

Bahan Makanan

Warna

Keterangan

Sebelum ditetesi Biuret

Sesudah ditetesi Biuret

1

Nasi

Putih

Ungu muda

Mengandung protein

2

Ubi

Kuning

Kuning kecoklatan

Tidak mengandung protein

3

Pisang

Kuning pucat

Coklat muda

Tidak mengandung protein

4

Putih telur matang

Putih

Ungu muda

Mengandung protein

5

Minyak goreng

Kuning jernih

Biru muda

Mengandung protein

5.      Kesimpulan     : Setiap makanan mempunyai kandungannya sendiri, tidak semua makanan bisa langsung mengandung semua kandungan zat gizi yang  kita butuhkan. Dalam pengujian ini kita dapat mengetahui bahwa psang, nasi, dan ubi mengandung karbohidrat (amilum), ubi, putih telur matang, dan minyak goreng mengandung kabohidrat (glukosa), nasi, putih telur, dan minyak goreng mengandung protein, minyak goreng mengandung lemak yang tinggi, dibandingkan dengan jeruk, jambu biji lebih mempunyai vitamin C yang lebih tinggi

 

I.        Kesimpulan

      Reagen lugol digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung amilum, Reagen biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung protein. Reagen benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan mengandung glukosasedangkan kertas buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung lemak.

      Bahan makanan yang apabila ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman berarti bahwa makanan tersebut mengandung amlum. Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan reagen benedict dsn memanaskannya diatas pembakar spritus dan warna menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glikosa. Sebahan  makanan yang dioleskan pada kertas buram dan memanaskannya pada pembakar spritus, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

      Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari dua nutrisi. Seperti santan kelapa terdapat glokusa, protein dan lemak.

J. Lampiran







You May Also Like

0 comments