facebook twitter instagram
  • Home
  • Pembelajaran
    • Agama Islam
    • Bahasa Indonesia
    • Matematika
    • Biologi
  • Hiburan
    • Film
    • Makanan
    • Lagu
  • Public Speaking
    • MC
    • Pidato
  • Tips-tips

    Hola! Let's Study Together


     Teks eksposisi merupakan teks nonfiksi  yang memuat dan menjelaskan suatu  informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sebenarnya. Sebuah informasi atau pengetahuan dalam teks eksposisi disampaikan secara singkat, jelas, padat, dan akurat. Informasi atau pengetahuan tersebut harus meliputi: apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana berdasarkan fakta yang sebenarnya. Teks eksposisi berisi informasi atau fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh penulis. Nah… apa saja ciri-ciri, tujuan,  struktur, dan contoh teks eksposisi?

    Yuk, Sobat! Kita belajar teks eksposisi bersama dari materi Belajar Pintar berikut! Kita bisa mulai dari mengetahui apa pengertian teks eksposisi itu sendiri hingga contoh-contohnya.

     

    Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Ciri Teks Eksposisi

    Nah, seperti yang kakak sebutkan di awal nih, kalau teks eksposisi merupakan teks nonfiksi  yang memuat dan menjelaskan suatu  informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sebenarnya. Dari pengertian itu, kita memperoleh kata kunci teks eksposisi, yakni “menjelaskan informasi.” Berikut ini definisi teks eksposisi menurut ahli bahasa:

    Gorys Keraf

    Teks eksposisi merupakan suatu wacana yang menguraikan objek tertentu untuk memperluaskan pengetahuan atau pandangan seorang pembaca. 

    Jos Daniel Parera

    Teks eksposisi merupakan suatu teks yang ditujukan untuk menyampaikan informasi dari pengarang kepada pembaca terhadap kejadian atau masalah tertentu. 

    Chaer Al wasilah

    Teks eksposisi merupakan teks yang memiliki tujuan untuk menjelaskan sebuah persoalan atau informasi dari penulis kepada pembaca. 

    Macken

    Teks eksposisi merupakan teks bersifat faktual yang memuat sudut pandang tertentu secara logis.

     

    Tujuan Teks Eksposisi

    Tujuan penulisan teks eksposisi yaitu menjelaskan informasi atau pengetahuan dari penulis berdasarkan fakta sebenarnya agar menambah wawasan atau pandangan pembaca.

     

    Ciri-Ciri Teks Eksposisi

    Berikut ini ciri-ciri materi teks eksposisi:

    1. Menyampaikan informasi atau pengetahuan secara singkat, jelas, padat, dan lugas berbahasa sesuai ejaan (baku).
    2. Informasi atau pengetahuan berdasarkan kondisi sebenarnya (bersifat faktual).
    3. Isi informasi atau pengetahuan mengandung unsur apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, di mana.
    4. Teks eksposisi bersifat objektif (sesuai kebenaran) dan tidak memihak (netral).

     

    Struktur Teks Eksposisi

    Untuk menulis teks eksposisi, kita perlu mengetahui strukturnya. Berikut ini struktur teks eksposisi:

    1. Pendahuluan atau tesis

    Struktur pertama teks eksposisi yaitu pendahuluan atau thesis, yang dapat disebut sebagai bagian gagasan utama. Di bagian ini penulis menyampaikan inti informasi atau pengetahuan yang akan disampaikan. 

    2. Penjelasan atau argumentasi

    Struktur kedua teks eksposisi yaitu penjelasan atau argumentasi. Di bagian ini penulis menjabarkan latar belakang pemilihan gagasan utama berdasarkan fakta yang memperkuatnya. 

    3. Penegasan ulang atau simpulan

    Struktur ketiga teks eksposisi yaitu penegasan ulang. Struktur ini merupakan struktur penutup teks eksposisi. Di bagian ini penulis menuliskan kembali simpulan secara singkat dan jelas.

     

    Pola Penyusunan Teks Eksposisi

    Teks eksposisi dapat disusun berdasarkan beberapa pola berikut ini:

    Pola Deduktif

    Teks eksposisi dengan pola penyusunan deduktif diawali dengan keterangan atau gagasan secara umum di awal teks (atau paragraf awal). Kemudian, dijelaskan secara khusus di paragraf berikutnya. 

    Pola Induktif

    Teks eksposisi dengan pola penyusunan induktif diawali dengan keterangan atau gagasan secara khusus, kemudian dilanjut dengan keterangan secara umum. 

    Pola Perbandingan

    Teks eksposisi yang disusun dengan pola perbandingan berarti informasi atau pengetahuan di dalamnya berdasarkan perbandingan tertentu. 

    Pola Ilustrasi

    Teks eksposisi yang disusun dengan pola ilustrasi berarti informasi atau pengetahuan yang dijabarkan dengan cara memberikan ilustrasi. Hal ini dilakukan agar pembaca lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.

     

    Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

    Pendahuluan (thesis)

    Ekonomi rakyat merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat banyak. Dalam kegiatan pertanian, kegiatan ekonomi rakyat ini dimaksudkan seperti kegiatan ekonomi peternak, petani atau nelayan kecil. Kegiatannya bukan merupakan perkebunan atau peternak yang besar.

    Penjelasan (argumentasi)

    Sebenarnya ekonomi rakyat bisa dilihat dari perspektif lain. Hal ini didasari dari jargon: “ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.” Kalau dalam ungkapan tersebut, maka setiap kegiatan perekonomian tersebut terhubung dengan sumber daya ekonomi yang diberikan rakyat. Itu artinya semua proses dari produksi hingga konsumsi dilakukan dan ditetapkan oleh rakyat.

    Penegasan Ulang

    Bisa dikatakan bahwa ekonomi rakyat tidak ada pembatasan terkait jenis produk, sifat usahanya, besaran usaha, dan modal. Ekonomi ini tidak memiliki sifat eksklusif tetapi terbuka. Agar bisa berkembang, maka norma dan transaksinya ditetapkan berdasarkan perkembangan sosial masyarakat dalam hal ekonomi.

    Sampai di sini dulu ya, pembahasannya, kalau mau versi pembahasan video ada juga dalam fitur APLive.

    Writer: Dewi Ayu Ningtyas
    Editor: Deni Purbowati, Qorin R

    Src :https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/teks-eksposisi-definisi-ciri-ciri-tujuan-struktur-dan-contoh

     



    Pengertian Kata Sandang

                    Kata sandang adalah suatu kata yang tidak memiliki arti atau makna khusus yang digunakan sebagai penjelas kata benda yang diletakan sebelum kata benda. Makna kata sandang sendiri tergantung dengan makna kata yang ada di belakangnya. Seperti Si, Sang, Umat, dan lain lain.

    FUNGSI KATA SANDANG

    Di dalam bahasa Indonesia, kata sandang memiliki fungsi sebagai berikut:

    1.  1.      Membendakan suatu kata atau frase.
    Contoh:
    Yang rajin belajar pasti akan menjadi pintar.
    Yang rajin belajar maksudnya orang-orang yang rajin belajar.

    2.   2.     Membentuk kata benda atau kata ganti orang.
    Contoh:
    Para hadirin mengikuti acara seminar dengan sangat antusias.
    Para hadirin bermakna hanya orang-orang yang hadir.

    Macam-macam Kata Sandang

    1)      Kata sandang yang menyatakan jumlah tunggal
    Kata sandang seperti sang, sri, hang, dang, hyang memberikan makna seorang atau tunggal pada kata sesudahnya. 
    Contoh:

    1)      Sang 
    Sang biasa digunakan untuk panggilan manusia, benda mati atau makhluk hidup lainnya bertujuan untuk meninggikan martabat atau menyindir.
    Contoh:  
    Sang raja memberikan tahtanya kepada ahli waris

    Sang kodok sepertinya tidak mengorek lagi hari ini. (menyindir)
    Sang saka merah putih berkibar di langit Indonesia

    2)      Sri
    kata sandang Sri digunakan sebagai penyandang nama manusia yang kedudukannya lebih tinggi.
    Contoh:
    Sri Sultan Mahmud meninggalkan keraton untuk melihat rakyatnya.
    Sri baginda memerintahkan seluruh rakyatnya untuk datang ke acara pernikahan anaknya. 

    3)      Hang

    Kata sandang hang juga digunakan untuk menghormati seseorang, tetapi digunakan pada sastar lama.

    Contoh:
    Hang Tuah bertemu dengan Hang Bae untuk berunding.
    Hang jebat merupakan pahlawan pembela kebenaran orang-orang Melayu.

    4)      Dang
    Penggunan kata sandang “Dang” sama seperti “Hang”, tetapi khusus untuk wanita.
    Contoh:
    Dang Shinta dilamar oleh Hang Jebat.
    Sungguh elok paras Dang Siti sehingga membuat semua pria di kampungnya memperebutkannya.

    5)      Hyang
    Khusus untuk kata sandang Hyang digunakan untuk menyebut dewa dan dewi.
    Contoh:
    Umat Hindu di Indonesia menyembah tuhan mereka, Hyang Widhi.

    6)      Yang 
    Kata sandang “Yang” biasanya digunakan sebagi pembentuk atau pengganti nama Tuhan.
    Contoh:
    Yang Maha Pengampun, Ampunilah semua dosa-dosaku dan orang tuaku.
    Kejadian ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
    Serahkaan semua masalahmu kepada Yang Maha Adil.

    2                2) Kata sandang yang menyatakan jumlah jamak/kelompok.
                    Kata sandang seperti para, umat dan kaum menyatakan kelompok orang tertentu.

    §  Para
    Kata sandang “para” digunakan untuk menegaskan sekelompok manusia  yang memiliki suatu kesamaan tertentu.
    Contoh:
    Para dokter sedang mengoperasi seorang pasien kanker di ruang operasi.
    Para manula yang terlantar di rawat oleh panti jompo.
    Para pembalap memacu sepedanya dengan cepat pada putaran terakhir.

    §  Umat
    Kata sandang “umat” digunakan biasanya digunakan untuk menyatakan               kelompok yang memiliki kesamaan dalam bidang agama.
    Contoh:
    Umat Islam memiliki hari Raya Idull Fitri sebagai hari yang suci, sedangkan  Umat Kristen memiliki hari Natal.
    Umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia memperingati Isra’ Miraj dengan khusyuk. 
    Untuk menghormati umat Hindu yang sedang menyepi, Umat Islam di Bali mengumandangkan adzan tanpa pengeras suara.

    §  Kaum
    Kata sandang “kaum” digunakan untuk orang-orang yang memiliki pandangan atau ideology  sama.
    Contoh:
    Kaum Soddom di Azab oleh Allah Swt karena perilakunya yang sangat menyimpang.
    Kaum wanita pada jaman dahulu dipandang sebelah mata oleh kaum laki-laki.
    Kaum menengah ke bawah tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh kaum kaya raya.

     

    3)                               3) Kata sandang sebagai penunjuk kata ganti orang/kata benda yang bermakna netral atau                             seimbang.
                           Kata sandang seperti “Si” dan “Yang” biasanya digunakan untuk menunjukan suatu                             kenetralan atau keharmonisan pada kata yang disandangnya.

    ·         Si
    Kata sandang “Si” digunakan untuk mengiringin nama seseorang, hewan dan membentuk kata sifat menjadi kata benda. 
    Contoh:  
    Si Budi mengajak Sinta pergi ke sekolah bersama.
    Si gendut, Si manis, Si kurus, Si tampan
    Si kancil sangat pintar sehingga dia bisa menipu buaya.

    ·         Yang
    Kata sandang “Yang” digunakan sebagai pembentuk kata benda dari frase atau kata yang dikhusukan sebagai kata ganti orang atau manusia.
    Contoh:
    Yang mengalami kecelakaan itu adalah tetangga dekatku.
    Aku tak melihat orang yang memanggil namaku dari belakang.
    Budi bertemu dengan orang yang telah ditunggu-tunggu olehnya.


     



     

    “PENCULIKAN”

                Disebuah rumah dengan perabotan yang mahal, tampak dari ruang keluarga seorang asisten rumah tangga (ART) yang sedang memasak di dapur.

    Tiba-tiba telepon berdering. (kring.....kring) Ia langsung bergegas ke ruang tengah untuk mengangkat telepon sambil memegang ulekan di tangannya.

     

    Bi’ Jih            : (mengangkat telepon) “Halo..”

    Om penculik : “Apa benar ini kediaman Ibu Sukmah?”

    Bi’ Jih            : “Ya, benar. Ini siapa ya?”

    Om penculik : “Saya Om Penculik.”

    Bi’ Jih            : “Ohh.. tunggu sebentar yaa! Bu ada telepon dari om

    penculik! Eh.... tunggu dulu, yang nelepon tadi... om penculik? Penculik???” (pingsan seketika)

    Bu Suk           : (Datang menghampiri Bi Jih) “Ada apa sih Bi? Ya ampun

    Bi! Kok tidur disini sih ?!”

     

    (Tiba-tiba telepon berdering) kringg... kring... Bu Suk langsung duduk dan mengangkat ulekan. Ia mengira ulekan itu adalah telepon.

    Bu Suk                       : (mengangkat ulekan) “Halo.. halo.. aduh maaf ya, suaranya

    kurang jelas nih” (melihat ulekan yang dipegang) “Oh iya salah...” (kemudian menganggkat gagang telepon) “halo..”

    Om penculik             : “Ini dengan Bu Sukma?”

    Bu Suk                       : “Iya dengan saya sendiri, ini siapa ya?”

    Om Penculik             : “Saya Om Penculik!”

    Bu Suk                       : “Om Penculik?! Perasaan saya, saya ga punya saudara yang

    namanya penculik deh.”

    Om Penculik             : “Ha? Emang saya bukan saudara situ.” (Dengan muka Bete) “Ibu, Bu Sukma yang suka makan uang rakyat, kan?”

    Bu Suk                       : “Eh, I...Iya....ya... Saya Bu Sukma yang suka makan uanG

    rakyat. Tapi saya biasanya dipanggil Bu Suk, kok.”

    Om Penculik             : “Hm... bagus. Ibu tau saya siapa?”

    Bu Suk                       : (menjawab dengan ketakutan) “Enggak”

    Om Penculik              : "Saya kan tadi sudah bilang. Saya Om Penculik. Nama lengkapnya Orang Menamakan saya Penculik dan Pemeras."

    Bu Suk                        : ”Pe…Pe… Penculik ?!?!”

    Om Penculik              : ”Ya, saya sudah berhasil menculik anak Ibu. Kalau ingin

    anak Ibu kembali, Ibu harus membayar uang tebusan sebesar 1 Milyar !”

    Bu Suk                       : ”Apa ! 1 Milyar ?!”

    Om Penculik            : ”Ya ! Dan ingat, jangan laporkan hal ini pada polisi!“

    Bu Suk                       : ”I…Iya..ya.. Dimana kita akan bertemu?”

    Om Penculik             : ”Di rumah kosong, Gang Sukabangkrut. Saya tunggu sampai jam 3 sore (Menutup telepon)”

    Bi' Jih                         : (Tiba-tiba bangun) "Laporin aja ke polisi bu! 1 Milyar itu kan banyak bu!”

    Bu Suk                      : ”Loh? Kok kamu dengar sih? Kamu pingsan apa nguping ?”

    Bi' Jih                         : ”Mmm… Dua-duanya bu…" (Sambil menggaruk kepala) "Tapi, pokoknya laporin aja deh bu!”

    Bu Suk                       : ”Mmm… Gimana ya? Ya udah deh…" (Menelepon polisi) "Tolong saya pak! Anak saya diculik!!”

    Polisi I           : ”Diculik?! Siapa nama Ibu dan dimana alamat rumah Ibu??”

    Bu Suk                       : ”Saya Ibu Suk. Alamat rumah saya Di Jl. Sukasepi no.

    4 alamat penculikannya Di Gang Sukabangkrut tepatnya di rumah kosong.”

    Polisi I           : ”Baiklah! Saya akan segera ke TKP!”

    Bu Suk                       : ”Terima Kasih ya pak!" (Terdengar suara telepon ditutup) "Loh? Gimana sih ni polisi?! Mau bilang makasih malah ditutup!”

    Bi' Jih             : ”Bu, jangan marah-marah terus, nanti cepet tua loh..”

    Bu Suk                       : ”Kamu lagi! Jadi pembantu ga sopan amat! Kamu ikut saya ke tempat penculikan!”

    Bi' Jih             : ”Oke Si.ap..”

     

    Beberapa saat kemudian, Bu Suk sudah berada di depan rumah kosong yang dimaksud penculik bersama 2 orang polisi dan Bi' Jih.

     

    Polisi I           : ”Ibu masuk dulu , kami akan bersembunyi di sini”

    Polisi II                       : ”Ya, kami akan mengintai dari sini. Jadi Ibu ga perlu khawatir”

    Bi' Jih                        : ”Lah? Saya gimana?”

    Bu Suk                       : ”Kamu nyemplung ke samudra hindia sono!”

    Bi' Jih                         : ”Ihh… Ibu, kan saya udah bilang jangan marah–marah mulu nanti cepet tua”

    Bu Suk                       : ”Lagian kamu ngapain ikut sih?!”

    Bi' Jih             : ”Kan Ibu yang ngajak saya ke sini, gimana sih?”

    Bu Suk                      : ”Ya udahlah gimana kamu aja! Saya masuk dulu!”

    (Masuk kedalam rumah kosong)

     

    (Kemudian si Om Penculik itu keluar sambil membawa anak Ibu Suk yang diculiknya bersama BodyGuard-nya)

     

    Om Penculik             : ”Anda Ibu Suk?”

    Bu Suk                       : ”Iya, benar. Saya Ibu Suk”

    Om Penculik             : ”Anda membawa uang tebusannya?”

    Bu Suk                       : ”Ya, saya membawanya. Sekarang kembalikan anak saya!”

    Om Penculik             : ”Enak aja! Duitnya dulu dong! Baru anaknya saya kembalikan!”

    Bu Suk                       : ”Ihh… dasar penculik matre!”

    Om Penculik             : ”Namanya juga penculik! Terus buat apa saya menculik anak Ibu kalau bukan karena uang!”

    Bu Suk                       : ”Ya udah! Nih uangnya!" (Menyerahkan kantong plastik yang dibawanya untuk penculik)

    Om Penculik             : ”Ga bermodal banget sih! Pake koper kek! Mana isinya duit recehan lagi!" (Sambil menggoyangkan kantong plastik itu)

    Bu Suk                       : ”Eh! Emangnya beli koper ga pake duit apa?! Lagian kan yang penting isinya duit!”

    Om Penculik             : ”Huh, ya udah deh ga apa-apa" (Membuka kantong plastik itu) "Hmm… Niat banget sih Ibu ngasih saya duit…”

    Bu Suk                       : ”Iya dong, secara gitu loh.. Orang kaya”

    Om Penculik             : ”Sombong amat sih bu! Ya udah nih anak Ibu saya kembalikan! (Sambil mendorong Cantik ke arah Bu Suk)

    Cantik             : ”Mama!! (sambil memeluk Bu Suk)”

    Bu Suk                      : ”Ya ampun Cantik! Mama khawatir banget sama kamu! Eh,

    ini dibuka dulu ya.. (Sambil membuka plastik yang menutupi kepala Cantik) "Hah?! Loh kok… anak saya jadi jelek kayak gini sih, ini bukan anak saya!”

    Cantik             : ”Mama!! Ini Cantik mah! Masa mamah gitu sih?? Pake

    bilang Cantik jelek lagi!" (Sambil menggoyang-goyakkan pundak Bu Suk)

    Bu Suk                       : ”Ihh… ngaku –ngaku anak saya lagi!" (Sambil melepaskan tangan Cantik dari pundaknya)

    Om Penculik             : ”Loh! Jadi ini bukan anak Ibu?!”

    Bu Suk                      : ”Ya… kayaknya sih anak saya, tapi dia dulu cantik kayak

    Selena Gomez, makanya saya kasih nama 'Cantik'. Gak kayak gini! Ya udah deh, dia saya ikhlasin aja buat kamu!" (Sambil mendorong Cantik ke arah penculik)

    Om Penculik             : ”Ogah ah! Anggap aja anak ini adalah kenang-kenangan dari

    saya untuk Ibu dan uang ini sebagai kenang-kenangan dari Ibu untuk saya." (Sambil mendorong Cantik ke arah Bu Suk”

     

    (Tiba-tiba saja polisi muncul dan si penculik beserta bodyguardnya segera angkat tangan)

     

    Polisi I           : ”Angkat tangan!" (Sambil menodongkan pisang)

    Polisi II           : ”Eh! Itu…" (Sambil menunjuk ke arah pisang)

    Polisi I           : ”Oh iya, maaf!”

    Polisi II           : ”Dasar bloon! Angkat tangan!”

    Om Penculik             : ”Dari tadi juga udah angkat tangan!”

    Polisi I           : ” Dasar ga tau diri! Udah nyulik terus nyolot ke polisi lagi!!”

    Polisi II           : ”Sudah, sudah.. Kalian bertiga ditangkap!"

    (Sambil menodongkan pistol ke arah Bu Suk, Om Penculik dan BodyGuard)

    Bu Suk                       : ”Loh! Kok saya juga ditangkap sih?! Yang nyulik anak saya

    kan dia!" (Sambil menunjuk si penculik) "Saya ini kan Ibunya!"(Sambil menunjuk Cantik)

    Cantik                        : ”Bukan kok Pak Polisi! Dia bukan Ibu saya! Dia hanya mengaku-ngaku sebagai Ibu saya!”

    Polisi II                       : ”Tuh kan! Sekarang kamu ditangkap karena sudah menipu polisi dan kalian penculik! Kalian ditangkap karena sudah menyulik anak orang lain!”

    Om Penculik             : ”Lah? Kan saya juga ditipu sama Ibu Suk! Kok saya ditangkap sih?!”

    Bu Suk                       : ”Jangan nyalahin saya dong! Saya juga ditipu sama anak saya sendiri!”

    Polisi I           : ”Sudah! Menjelaskannya nanti saja di Kantor Polisi."

     

    (Tiba-tiba Bi' Jih masuk ke TKP)

     

    Bi' Jih                         : "Lah! Kok Ibu Suk di tangkep sih pak polisi, dia kan ga salah." (Dengan muka bingung)

    Cantik             : "Bi'Jih, ikut ke kantor polisi aja yuk.."

    Bi' Jih                         : "Ayuk.." (Melihat wajah Cantik) "Idih non Cantik jadi Jelek amat.. Abis Operasi Pelastik ya non??"

    Cantik             : (Merengut kesal)

     

         Akhirnya para Polisi membawa Bu Suk dan Om Penculik ke Kantor Polisi. Sementara itu, Bi' Jih dan Cantik (yang sekarang menjadi Jelek) dipulangkan ke rumahnya, tetapi polisi mendapati bahwa Cantik berbohong dan akhirnya Cantik juga ikut dipenjara bersama Bu Suk-Ibunya-, Om Penculik dan BodyGuardnya. Ternyata Bu Suk ditangkap karena menerima uang suap (korupsi). Sehingga ia mengubah namanya dari Suka Makan Uang Rakyat menjadi 'Suka Makan dan Minum di Penjara'. Intinya nama panggilannya tetap Bu Suk. 

     

    Dan pesan moral dari kisah drama ini adalah :

     

    “Jangan pernah berbohong dan jangan pernah menyia-nyiakan sesuatu atau orang yang selama ini kita miliki”

     

    Serta

     

    "Jangan pernah mengubah nama atau menghina nama menjadi sesuatu yang buruk"

     

    Sekian

     

     


    Lirik lagu: Laskar Pelangi

    Mimpi adalah kunci
    Untuk kita menaklukkan dunia
    Berlarilah tanpa lelah
    Sampai engkau meraihnya

    Laskar pelangi
    Takkan terikat waktu
    Bebaskan mimpimu di angkasa
    Warnai bintang di jiwa

    Menarilah dan terus tertawa
    Walau dunia tak seindah surga
    Bersyukurlah pada yang kuasa
    Cinta kita di dunia

    Selamanya
    Cinta kepada hidup
    Memberikan senyuman abadi
    Walau hidup kadang tak adil
    Tapi cinta lengkapi kita

    Laskar pelangi
    Takkan terikat waktu
    Jangan berhenti mewarnai
    Jutaan mimpi di bumi

    Menarilah dan terus tertawa
    Walau dunia tak seindah surga
    Bersyukurlah pada yang kuasa
    Cinta kita di dunia

    Menarilah dan terus tertawa
    Walau dunia tak seindah surga
    Bersukurlah pada yang kuasa
    Cinta kita di dunia

    Selamanya

    Selamanya

    Laskar pelangi
    Takkan terikat waktu




     

     

     

     

     

     

    ORIENTASI

    Laskar pelangi diciptakan oleh giring nidji dan dipopulerkan oleh nidji. Lagu ini terdapat filmnya juga dan lagu ini juga adalah adalah salah satu soundtrack di film tersebut judul film tersebut adalah "Laskar Pelangi". Lagu ini berbeda dengan lagu-lagu lain, karna lagu ini mengisahkan kehidupan anak bangsa yang hidup dengan di pulau belitung yang hidup dengan kekurangan tetapi mereka tetap senang menjalani hidup mereka. Lagu ini memang tidak memiliki makna yang mendalam, tapi lagu ini mencerminkan bagaimanapun kehidupan kita, kita harus tetap berusaha hidup dengan semua yang kita punya walaupun kita hidup dengan kekurangan.

     

    TAFSIRAN

    Lagu ini memotivasi dan memberi semangat. Melalui lagu ini pengarang berusaha menginspirasi dan menunjukkan bahwa ”mimpi” bisa menjadi ”kunci” yang bisa digunakan untuk membuka harapan-harapan kita untuk ”menaklukan dunia” yang kemudian menjadi penyemangat untuk meraih cita-cita  yang diinginkan. Maka, di sini pengarang memberi inspirasi agar setiap kita harus punya mimpi. Gantungkan mimpi dan cita-citamu setinggi langit. Mimpi itu dapat memberi semangat dan harapan unttuk dapat hidup lebih baik (bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa). Betapa pun sulitnya hidup yang dijalani, dengan punya mimpi kita akan selalu merasa bahagia dan dengan penuh tawa menikmati hidup ini, walau dunia tak seindah surga. Dengan tidak lupa selalu bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas apa yang telah Ia beri. Cintailah hidup walaupun hidup itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jangan pernah berputus asa untuk meraih mimpi itu.

    Dari keseluruhan lagu dapat diambil kata kunci/matriksnya yaitu ”mimpi”. Karena kata ”mimpi” ini berhubungan dengan kata/kalimat-kalimat yang lain dan menjadi pusatnya. Kata ”mimpi” menjadi ”kunci” (alat yang digunakan untuk membuka sesuatu) selanjutnya menjadi patokan untuk kita ”berlari tanpa lelah” serta ”menari dan tertawa.

    Rasa ”syukur” terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas anugrah, cinta dan kekuatan yang diberikan sehingga ”dunia” yang tak seindah ”surga” ini akan terasa indah dan menyenangkan jika kita punya semangat hidup untuk mengejar mimpi itu. Akhirnya ”mimpi” itu pula yang menjadi ”tujuan utama” karena mimpi memberi kekuatan dan harapan hingga kita kita tidak akan berputus asa untuk mencapai mimpi itu. Di tengah ”hidup” yang kadang ”tak adil” kita harus tetap punya mimpi bahkan ”jutaan mimpi”.

     

    EVALUASI

            Lagu ini sangat bagus untuk didengar dan selalu membuat seseorang termotivasi. Melalui lagu ini giring nidji memberi semangat kehidupan dan bermimpi.

     

    RANGKUMAN

             Anda disarankan untuk mendengar lagu laskar pelangi ini, dan juga disarankan menonton film laskar pelangi, karna lagu laskar pelangi adalah soundtrack dari film laskar pelangi.

     

     


    Older Posts

    Musik

    Translate

    About

    About Me

    Hai semuanyaa, aku Zuhairoh Al Mahfudhoh dari program studi Penddikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibraim Malang. Aku membuat blog ini dikarenakan tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis Teknologi, walaupun begitu bagiku membagikan beberapa pengetahuan dan hasil tugasku untuk dijadikan pembelajaran bagi kalian sangatlah menyenangkan.

    LET’S BE FRIENDS

    Postingan Populer

    • 5 Tips Praktis menjadi MC dan Berpidato dengan Baik
      5 Tips Praktis Menjadi MC dan Berpidato dengan Baik Setiap orang mempunyai potensi untuk mampu berpidato atau bebricara di depan umum dengan...
    • Kondisi sosisal dan ekonomi Makkah pra islam
        VISI DAN MISI DAKWAH RASULULLAH Visi Menhaden wadah penggerak dan pemersatu Alawiyin di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejaht...

    Total Tayangan Halaman

    Label

    • Pembelajaran (13)
    • Hiburan (10)
    • Public Speaking (7)
    • Agama Islam (5)
    • Bahasa Indonesia (4)
    • Lagu (4)
    • MC (4)
    • Pidato (4)
    • Biologi (3)
    • Makanan (3)
    • film (3)
    • Matematika (2)
    • Tips-tips (2)
    • Fikih (1)

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates